Sunday, August 08, 2004

day 1 (essay)

(for some mailing list/list serve/e-groups)

Musafir... Engkau bebas tiada ikatan...
Musafir... Berkelana sepanjang masa...
Musafiir... Apakah yang kau cari...
Musafiir... Ke mana jalan hidupmuuuu....?
(Panbers... atau the Rollies ya?)

Dari mana datangnya suara lagu berirama Melayu itu? Di sini? In the middle of downtown Philladelphia yang walaupun baru saja hujan tapi panasnya luar biasa? Ooh... mungkin itu karena saya masih pakai raincoat dan backpack yang berat ini makin keras menarik-narik pundak minta turun. Tapi dari mana asalnya lagu itu...? Di sekitar saya cuma ada seorang gembel bule
dan temennya, afro-american. Nah lhoo... tuh kedengeran lagi. Saya dengerkan baik-baik dan ternyata... lagu itu keluar tanpa sadar dari mulut saya sendiri.

Acara hari minggu paling ideal: mencari-cari internet cafe dengan backpack berat (yang ternyata setelah lihat di peta) hampir jalan kaki separuh kota. Hahaha... hari yang indah, burung-burung bernyanyi, sirine polisi meraung-raung, dan kebanyakan toko tutup. Salah saya sendiri, nggak sempat ngeprint alamat Pre-academic program ini sebelum berangkat sehingga sampai di sini nggak tau alamatnya dan bingung musti ke mana. Tanya orang2, semua bilang nggak ada yang namanya internet cafe di sana karena orang kayak mereka punya akses internet sendiri di rumah. Yeah sure. Toh ketika setelah jalan 2 jam, dapet juga dan ternyata gratisan (asal kalo sopan beli makanan dan minuman lah), toh orang banyak yang ngantri. Segera setelah makan dan buka TOA di email, cabut ke alamat yang dituju. Lucunya ya itu tadi, dari tadi saya jalan di jalan itu, ternyata jalan itu menuju ke tempat yang dicari, walau saya udah lebih separuh jalan on foot.

Hehehe... kenapa nggak sempet buka email? Terutama karena saya percaya bakalan bisa buka email di apartemen Sheila di NY, sehari sebelumnya. Ternyata waktu sampai di JFK dan menunggu 3 jam dan tidak ada seorang pun yang jemput, saya baru sadar bahwa telah terjadi miscommunication. Sheila lagi ada di DC dan dia tidak buka email di sana, jadi belum tahu saya jadi datang lebih cepat ke NY duluu!!! Mati gue. Tapi nyantai, orang tenang jago berenang, orang kalem jago nyelem. Setelah dapet koin quarter dan bisa nelepon dia, saya ambil van bandara untuk ke alamat apartemennya. Bareng-bareng orang lain, sangat reliable dan cukup murah dibanding taksi: $19 dan kita diantar sampai alamat yang dituju, kasihlah tip 10% atau $1 per koper besar yang kita bawa, ).

Sebelnya... atau senengnya... saya diantar terakhir, jadi bener-bener dikasih kesempatan tour of Manhattan!!! Huahaha... gedung-gedung itu bener2 ada ternyata.. tapi jalan2 lebih kecil dari perkiraan saya pas nonton film, jadi saya agak-agak berasa di dufan selama di NY... nyata tapi kayak nggak real. And it was Saturday night!! Lampu nyala-nyala, di mana-mana
orang hang out, cewek-cewek nyeberang jalan dengan dada bergetar setiap melangkah dan baju warna-warni typical summer, cowok-cowok metroseksual yang wangi jemput cewek atau cowoknya, atau sisa-sisa biker atau jogger keluar dari central park sambil ketarik-tarik anjingnya yang segede Scooby Doo.

Hehe... tapi roomate Sheila yang cewek Hawaii itu agak bete waktu bukain pintu buat saya. Iyalah saya nyampe akhirnya jam 11 malem, huahaha... dia juga ngakunya nggak tau di mana stasiun -atau tepatnya halte ngetem- bus China Town. Jadilah minggu pagi saya jalan kaki sambil nanya2 orang arah ke sana, and grrreat >:( orang-orang Cina itu pada nggak tau lho!!
And I believe them, they can hardly speak English so why bother going to another city in the first place? Untungnya, ternyata lagi-lagi, saya berjalan ke arah yang benar (Jawa banget ya mikirnya untung terus) sehingga akhirnya ada yang tau tempatnya, mungkin karena udah nggak jauh dari tokonya. Jadilah saya naik $12 bus from Chinatown NY to Chinatown Philly. Naik Greyhound it will be $25-40.

U-Penn is the overall rank #3 university in US right now. Coba ke sini deh kalo mau. They are member of Ivy league, a very prestigious club with 7 oldest University in US. U-Penn sendiri kampus tertua ke4 di US, pendirinya Benjamin Franklin, dan banyak, sekali historical building di sekolah ini. Pokoknya ini sekolah bagus!!! Herannya, walau kota dan kampusnya bagus, saya gak abis pikir kenapa banyak gembel dan sirine meraung-raung non-stop. Maybe the economic is not so good afterall.

Well, that's the story. Ambillah yang baik-baik, jangan tiru yang jelek-jelek. Buat yang mau brangkat jangan lupa (pinjem kata-kata orang-orang tua sebelum saya brangkat) "jangan lupa sembahyang, jangan cari orang bule" (maksudnya hispanik atau asia timur boleh dong?). Jangan lupa, nikmati lagi lagu-lagu dangdut dan Melayu. I kinda miss those things right now.

Musafir... Engkau bebas tiada ikatan...
Musafir... Berkelana sepanjang masa...
Musafiir... Apakah yang kau cari...
Musafiir... Ke mana jalan hidupmuuuu....?

(Panbers... atau the Rollies ya?)

4 Comments:

At Thursday, February 10, 2005 8:05:00 PM, Blogger Bona said...

U make me miss NYC a lot ! Emank jalannya sempit banget yakh, ga sebanding ama gedung2xnya yg membuat leher sakit kalo mau liat puncaknya. Two thumbs up deh lo bisa berkeliaran sendiri nyari2x alamat di situ.

 
At Sunday, February 27, 2005 10:31:00 PM, Blogger asti said...

apapun sebutannya, mau musafir kek, mau perantau kek... yang jelas, tinggal sendiri di tempat yang baru dan memiliki kebudayaan berbeda dengan tempat tinggal kita selama ini, menyenangkan banget!

kita diberi kesempatan untuk menempa diri menjadi lebih mandiri dan wawasan kita semakin terbuka.

selamat menikmatinya, to! merantau is the best thing that ever happen to me. (and i'm still looking forward to do it again). hope you'll have your soul searching experiences.

 
At Sunday, February 27, 2005 10:34:00 PM, Blogger asti said...

This comment has been removed by a blog administrator.

 
At Sunday, July 23, 2006 12:23:00 AM, Anonymous Smoke said...

Drugs are just bad, you should try to use Herbal Alternatives as a temporary replacement to loose the dependance!

 

Post a Comment

<< Home